Hukum Kriminal

Dua Warga Tewas Diduga Overdosis di Dua Lokasi Organ Tunggal Berbeda, BNNK Way Kanan Didesak Ambil Tindakan Nyata

×

Dua Warga Tewas Diduga Overdosis di Dua Lokasi Organ Tunggal Berbeda, BNNK Way Kanan Didesak Ambil Tindakan Nyata

Share this article

Spandak Post, Way Kanan - Peredaran gelap narkotika di Kabupaten Way Kanan, Lampung, kian meresahkan masyarakat. Sorotan publik kini tertuju pada efektivitas pemberantasan barang haram tersebut setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia dalam waktu yang berdekatan. Keduanya diduga kuat tewas akibat overdosis narkoba jenis ekstasi (ineks) di dua lokasi hiburan organ tunggal yang berbeda.

Peristiwa tragis ini langsung memicu kekhawatiran meluas di tengah masyarakat. Akibatnya, publik kini mulai mempertanyakan efektivitas kinerja dan pengawasan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Way Kanan dalam memutus rantai peredaran barang haram tersebut.

Masyarakat mendesak pihak terkait untuk segera mengambil tindakan tegas, terutama dalam mengawasi tempat hiburan malam yang rawan menjadi titik peredaran narkotika, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Langkah pencegahan dan penindakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum khususnya BNNK dinilai belum begitu optimal. Akibatnya, desakan dari berbagai lapisan masyarakat kini mengalir deras, meminta BNNK Way Kanan segera berkolaborasi memburu para bandar dan menyisir pemasok ekstasi ke wilayah Way Kanan.

Gelombang desakan juga datang dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC GRANAT) Kabupaten Way Kanan. Ketua DPC GRANAT Way Kanan, Machiavelli, meminta seluruh pihak terkait, baik BNNK maupun aparat penegak hukum, untuk bergerak lebih masif dan tidak menganggap remeh jatuhnya korban jiwa ini.

"Dua nyawa warga kita sudah melayang di dua lokasi hiburan yang berbeda. Ini adalah bukti nyata bahwa peredaran ekstasi sudah masuk ke level yang sangat mengkhawatirkan. Kami dari GRANAT mendesak BNNK Way Kanan dan kepolisian untuk memaksimalkan upaya pengungkapan jaringan ini hingga ke akarnya," tegas Machiavelli, Senin (1/06/2026).

Machiavelli menambahkan, evaluasi menyeluruh terhadap izin dan pengawasan hiburan organ tunggal di malam hari juga harus diperketat agar tidak menjadi klaster baru peredaran narkoba.

"Jangan tunggu ada korban-korban berikutnya. Penindakan harus agresif, kejar bandarnya, dan perketat pengawasan di lapangan," lanjutnya.

Merespons gelombang desakan masyarakat terkait insiden tragis tersebut, Kepala BNNK Way Kanan, AKBP Iedwan Mahfi, akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan bahwa pihaknya selama ini terus konsisten melakukan langkah-langkah preventif, khususnya dalam membentengi generasi muda dari bahaya narkotika.

"BNNK Way Kanan selama ini sudah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah. Kami masuk ke SMP, SMA, hingga kampus agar generasi muda paham betul risikonya sejak dini," ujar Iedwan saat dikonfirmasi.

Kendati demikian Iedwan tidak menampik adanya kendala dalam hal penindakan langsung di lapangan. Ia mengakui keterbatasan jumlah personel menjadi hambatan utama bagi BNNK untuk melakukan pengawasan atau razia rutin secara mandiri di banyak titik hiburan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat mempererat kerja sama dengan jajaran kepolisian setempat untuk melakukan tindakan represif..

"Untuk melakukan razia, BNNK Way Kanan memang mengalami keterbatasan personel. Karena itu, kami meminta Polres Way Kanan agar dapat melibatkan BNNK dalam setiap kegiatan razia. Sinergi ini penting supaya pemberantasan narkoba bisa lebih maksimal," jelasnya.

Di sisi lain, menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai penanganan bagi pengguna yang telanjur kecanduan, Iedwan menegaskan bahwa seluruh proses rehabilitasi yang difasilitasi BNNK sama sekali tidak dipungut biaya

Ia mengimbau pihak keluarga atau masyarakat untuk tidak takut melapor demi menyelamatkan nyawa para pengguna sebelum terlambat.

"Baik rawat jalan maupun rawat inap, semuanya gratis tanpa biaya. Untuk pasien rawat inap, nantinya akan kami rujuk ke Rumah Sakit Jiwa atau ke fasilitas rehabilitasi di Kalianda, Lampung Selatan. Jadi jangan takut untuk melapor," tegas Iedwan.

Menyikapi jatuhnya dua korban jiwa di lokasi berbeda ini, BNNK Way Kanan menyatakan berkomitmen untuk segera memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna menyusun langkah taktis lanjutan di lapangan.