SPANDAKPOST.COM, Way Kanan – Susmadewi, seorang ibu rumah tangga yang hidup sebatang kara di Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, harus menelan kekecewaan. Ia kedapatan tidak menerima bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah, meski kondisi ekonominya sangat membutuhkan.
Mirisnya, warga setempat mengungkapkan bahwa Susmadewi yang sudah lama menetap di kampung tersebut justru terabaikan. Sementara itu, warga pendatang baru justru terdaftar sebagai penerima bantuan.
“Dia tinggal sendiri di sini sudah lama. Pas ada pembagian beras dan minyak, kok namanya tidak ada. Padahal tetangganya yang baru pindah dari Bengkulu malah dapat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (20/5/2026).
Ketimpangan ini memicu dugaan kuat adanya ketidaksesuaian atau karut-marut pemutakhiran data penerima manfaat di tingkat desa. Warga mendesak adanya pendataan ulang agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Merespons keluhan tersebut, Kepala Dusun (Kadus) 3, Tamrin, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa proses pendataan awal sebenarnya dilakukan oleh pihak RT. Kendati demikian, pihaknya berjanji akan segera mencari solusi konkret atas masalah yang menimpa Susmadewi.
“Ibu Susmadewi sudah telepon saya dan sudah saya jelaskan. Kemungkinan namanya tidak masuk pendataan atau datanya terselip. Nanti akan saya cek kembali. Jika memang tidak terdaftar, kami akan carikan solusi dengan mengalihkan kuota dari warga yang sudah meninggal dunia atau yang sudah pindah domisili,” jelas Tamrin saat dikonfirmasi.
Kasus yang menimpa Susmadewi ini memperpanjang daftar hitam karut-marut distribusi bansos di daerah. Padahal, pemerintah pusat telah menegaskan bahwa bansos wajib disalurkan kepada warga yang memenuhi kriteria kemiskinan dan kerentanan, serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Di sinilah peran penting serta ketelitian aparatur kampung sangat diuji. Warga kini berharap Pemerintah Kampung Gunung Sangkaran dan Dinas Sosial Kabupaten Way Kanan segera turun tangan melakukan verifikasi faktual, agar warga yang benar-benar membutuhkan dan hidup mandiri seperti Susmadewi tidak lagi luput dari perhatian negara.
